Kalau saya, setelah percobaan kedua menciptakan bola lampu gagal, percobaan ketiganya saya langsung berhasil ... berhasil memutuskan dunia pake' lilin aja deh, capek deeh.
Nah, berhubung gagal itu "capek deeh" dan memfrustasikan, pertanyaan kita adalah bukan "kenapa masih gagal?" tapi "Apakah kita perlu terusin proses ini?". Jawablah pertanyaan ini dengan mempertimbangkan satu faktor , yaitu Tujuan berharga untuk dicapai
Bayangkan bila kita hanya ingin mencapai sasaran yang kita hanya ingin saja, pasti akan sangat melelahkan dalam mencapainya. Apalagi bila tanpa sasaran dan mengikuti orang lain sekitar kita saja, itu seperti lari ditempat. usaha kerasnya mirip, gagal jatuhnya mirip, bangkitnya dari kegagalan juga mirip ... tapi gak kemana mana.
yakinkanlah impian kita benar benar sangat berharga untuk dicapai.
Nah, setelah bisa menjawab "ya" pada pertanyaan "perlu diterusin?", baru kita menuju ke pertanyaan "kenapa masih gagal?". Ada beberapa faktor utama kenapa kita masih gagal saja, diantaranya adalah :
1. KURANG ENERGI
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengetahui kita sudah selangkah lebih maju dari pada sebelumnya. "Yah, akhirnya maju juga, dan selanjutnya tinggal beberapa langkah lagi nih". Hal ini akan memberikan energi dan semangat baru untuk melakukan langkah selanjutnya kedepan ... bukannya "duuh, kok gak nyampe nyampe ya?"
2. TIDAK MENGHARGAI KEMAJUAN
Hal kecil yang sangat penting dan dispelekan banyak orang adalah menghargai setiap kemajuan yang kita buat. "Ah untuk apa, toh kita menghargai kemajuan atau gak sepertinya sama aja."
Tunggu, ada bedanya!
Dr.Maxwell menyatakan bahwa dengan menghargai kemajuan yang ada, hal tersebut memberikan makanan bergizi kepada pikiran bawah sadar bahwa "kita akan semakin layak untuk sukses".
Sebenarnya ceritanya bisa panjang, intinya dibutuhkan pikiran oke untuk setiap keberhasilan yang ada. Seperti apa yang dikatakan para pakar bahwa Success always links back to principles. Tanpa pikiran oke, keberhasilan itu tidak mungkin terjadi.